Sabtu, 01 Februari 2014

Setiap Tahun, 6000 Aktris Porno Jepang Baru Terus Bermunculan

Setiap Tahun, 6000 Aktris Porno Jepang Baru Terus Bermunculan
Ilustrasi gambar @tumblr.comKenapa film porno menjadi salah satu industri raksasa di Jepang? Alasannya sederhana, karena setiap tahun 6.000 aktris porno baru yang memulai debut terus bermunculan. 

Dilansir Rocketnews24, Atsuhiko Nakamura berhasil mengungkap sisi gelap industri film porno Jepang dalam buku fenomenalnya, Namae no nai Onna-tachi (The Women Nameless). Untuk menulis buku itu, Atsuhiko mewawancarai lebih dari 500 aktris porno yang tengah hits di Jepang kala itu. 

Bagaimana industri film porno diperkenalkan di Jepang? 

Akhir tahun 1960-an, pasar industri film porno di Jepang disebut juga pink film, sebagian besar didominasi perusahaan independen dengan bujet rendah. 

Hollywood (Amerika Serikat) menyerbu Jepang dengan program-program TV dan film-filmnya, membuat banyak perusahaan film Jepang bangkrut.

Nikkatsu merupakan studio film yang harus berjuang mati-matian untuk bisa "bertahan hidup", padahal kala itu studio film ini bisa dikatakan cukup besar. 

Sebuah perubahan dimulai tatkala Takashi Itamochi, Presiden Nikkatsu kala itu, menetapkan kebijakan bagi perusahaan untuk memfokuskan produksi film pada film dewasa. 

Pada November 1971, untuk kali pertama, Nikkatsu merilis sebuah serial Roman Porno berjudul Apartment Wife. Walaupun berbau porno, serial itu diproduksi dengan mementingkan nilai artistik. Pun demikian, serial ini berhasil populer di masyarakat Jepang dan para kritikus film menyukainya. 

Pengenalan film bermuatan pornografi ini lantas membuat film porno menjadi mainstream film-film yang diputar di bioskop-bioskop Jepang. 

Nikkatsu pun berhasil selamat dari jurang kehancurannya. Selang 17 tahun berikutnya, Nikkatsu tetap tidak lepas dari film porno. Perusahaan ini rata-rata melepas tiga judul film setiap bulannya. Inilah awal mula pembuatan film-film dewasa makin marak di Jepang. 

Berikut trailer film Love & Loathing & Lulu & Ayano, yang diangkat dari buku Namae no nai Onna-tachi (The Women Nameless) karangan Atsuhiko Nakamura.

Related Posts

Setiap Tahun, 6000 Aktris Porno Jepang Baru Terus Bermunculan
4/ 5
Oleh