Minggu, 27 Mei 2012

Anus Luka, Apakah Mesti Dioperasi?

imgDokter ini beberapa pertanyaan:
1. Apakah sakit anal fissur (anus luka) harus menjalankan operasi?
2. Dampak setelah operasi, apakah ada kemungkinan seperti itu lagi?
3. Untuk masa penyembuhan dari operasi tersebut apa yang harus dilakukan? Terimakasih atas penjelasan dari dokter.

Ita (Perempuan Menikah, 35 Tahun), sutionoXXXX@yahoo.com,
Tinggi Badan 155 Cm, Berat Badan 55 Kg

Jawaban

Anal fissure atau fissura ani merupakan anus yang luka, robek pada satu titik lingkaran anus yang umumnya disebabkan oleh:
1. Regangan anus yang melebihi kebiasaannya, misalnya karena fesesnya sangat keras

2. Adanya keadaan di mana anus akan kehilangan elastisitasnya, misalnya ada polip, hemorhoid, skin tag (lipatan kulit yang tadinya normal kemudian menebal). Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang sering mengedan kuat, misalnya kesulitan buang air besar atau kecil.

3. Robek karena trauma daerah anus.

Operasi atau tidaknya sangat tergantung pada:
1. Kedalaman lukanya, bisa dipermukaan lapisan terluar saja (mukosa) atau sudah mencapai lapisan yang lebih dalam seperti otot klep (spinchter ani) bagian dalam (internus) yang secara otomatis selalu menutup anus (otonom).

2. Keluhan sakitnya, makin dalam lukanya maka keluhan rasa nyerinya akan makin hebat dan lama sehingga tidak jarang dia akan trauma setiap mau ke kamar mandi untuk buang air besar. Tidak jarang pasien fissura ani akan menahan untuk tidak buang air besar mengingat rasa sakitnya yang hebat dan lama, padahal 1 hari tidak buang aiar besar maka feses kita akan semakin keras yang justru menambah rasa sakit dan lamanya makin bertambah.

3. Sudah terjadi komplikasi, paling sering adalah terbentuknya abses di daerah anus. Hal ini akan mempersulit operasi maupun penyembuhannya.

Jenis operasinya juga sangat bergantung pada kedalaman dan keluhannya, bila hanya terkait lapisan mukosa, ada yang melakukan operasinya dengan cara:
1. Bila hanya berupa garis halus saja, cukup dengan mengatur diet supaya fesesnya lunak malah lebih lunak lagi.

2. Menyayat tepi luka fissura ani lalu menjahitkannya kembali, lalu dietnya diatur agar fesesnya tidak keras.

3. Memotong klep dalam (spinchter ani internus) sehingga membuat anus tidak terlalu rapat untuk mencegah ketatnya anus saling mendekat sehingga membuat rasa sakit teramat hebat saat buang air besar.

Bila operasi dilakukan dengan baik dan benar ditangan yang profesional, penyakit dan keluhan Anda akan membaik dan menghilang. Silahkan Ibu menemui dokter yang memang ahli dalam bidang saluran cerna.

Dr. Pria Agustus Yadi, Sp.B-KBD
Dokter Spesialis Bedah Digestif. Praktik di RS PONDOK INDAH-PONDOK INDAH Jl. Metro Duta Kav UE Pondok Indah, Jakarta. Telepon 021 765 7525.

(ver/ir

Related Posts

Anus Luka, Apakah Mesti Dioperasi?
4/ 5
Oleh