Larry Ellison, pendiri Oracle, kini jadi orang terkaya kedua di dunia setelah CEO Tesla, Elon Musk, dengan kekayaan sekitar US$373 miliar per September 2025. Peningkatan kekayaannya dipicu oleh melonjaknya saham Oracle berkat ledakan teknologi AI, sampai-sampai sempat menyalip Elon Musk selama sehari.
Tapi, sedikit yang tahu, Ellison sudah janji sejak 2010 untuk mendonasikan 95% kekayaannya lewat program Giving Pledge. Meski begitu, dia nggak begitu suka cara donasi biasa lewat lembaga nirlaba umum. Ellison lebih memilih menyalurkan kekayaan amalnya dengan metode yang dia tentukan sendiri.
Jadi, gimana rencana dia sebenarnya? Sebagian besar kekayaannya, yang bersumber dari 41% saham Oracle dan investasi lain seperti Tesla, akan dialokasikan ke Ellison Institute of Technology (EIT), lembaga nonprofit berfokus pada solusi global seperti kesehatan, pangan, perubahan iklim, dan riset AI. EIT saat ini sedang membangun kampus besar di Universitas Oxford dengan anggaran sekitar US$1,3 miliar, yang dijadwalkan selesai pada 2027.
Selama ini, Ellison juga sudah menyumbang miliaran dolar, contohnya US$200 juta untuk pusat riset kanker di University of Southern California dan sekitar US$1 miliar lewat Ellison Medical Foundation yang fokus mencegah penuaan serta penyakit, meski yayasan ini kini sudah ditutup.
Walau mungkin donasinya nggak sebesar beberapa miliarder lain jika dihitung langsung, dedikasinya lewat Giving Pledge dan EIT jelas sangat besar. Larry Ellison memastikan hampir seluruh kekayaannya suatu saat akan digunakan untuk amal, dengan cara dan waktu sesuai pilihannya sendiri.

